Jakarta, Solidaritas Pemuda Sumatera Bersatu (SPSB) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada Kamis, 5 Februari 2026 mendatang.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes moral terhadap dugaan praktik tidak sehat yang diduga melibatkan PS, Wakil Wali Kota Palembang yang juga merupakan kader Partai Gerindra.
Ketua Umum SPSB, Arfan ABP, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi monopoli anggaran proyek Pemerintah Kota Palembang Tahun Anggaran 2025 yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan politik tertentu. Kondisi tersebut, menurut SPSB, telah memicu kegaduhan di internal partai serta keresahan di tengah masyarakat.
“Praktik semacam ini jelas bertentangan dengan prinsip good governance dan nilai-nilai perjuangan yang selama ini ditegaskan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Arfan dalam keterangannya, Minggu (26/1/2026).
Selain dugaan monopoli proyek, SPSB juga menyoroti adanya indikasi cacat moral dan perilaku tidak patut yang diduga dilakukan oleh PS. Dugaan tersebut dinilai mencoreng kehormatan pejabat publik serta merusak citra Partai Gerindra di mata masyarakat.
Tak hanya itu, SPSB turut meminta perhatian DPP Gerindra terhadap Fraksi Gerindra DPRD Kota Palembang, yang dinilai perlu dievaluasi menyusul adanya dugaan pelanggaran etika berupa pesta minuman keras di lingkungan gedung dewan.
Dalam aksi tersebut, SPSB menyampaikan empat tuntutan kepada DPP Partai Gerindra, yakni:
1. Mendesak DPP Gerindra segera memanggil dan memeriksa PS terkait dugaan monopoli proyek serta dampaknya terhadap stabilitas politik di Palembang.
2. Mengusut secara tuntas dugaan cacat moral PS yang dinilai mencederai wibawa partai.
3. Menjatuhkan sanksi tegas hingga pemberhentian permanen apabila terbukti melakukan pelanggaran berat.
4. Melakukan evaluasi total terhadap struktur Fraksi dan DPC Partai Gerindra Kota Palembang guna memulihkan kepercayaan publik.
“Kami, pemuda-pemuda Sumatera, tidak akan diam melihat moral pejabat publik jatuh ke titik paling rendah. Partai Gerindra harus kembali pada nilai perjuangan rakyat, bukan dikuasai oleh oknum yang bermental koruptif dan tidak bermoral,” tegas Arfan.
SPSB menegaskan aksi tersebut akan digelar secara damai, namun tetap kritis dan bermartabat. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal supremasi moral, integritas, serta keadilan di tubuh partai politik dan pemerintahan daerah. ( Red*)

Posting Komentar