Dari Lubuklinggau untuk Indonesia, Siswi SDN 21 Tembus Penerbit Nasional


LUBUK LINGGAU — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kota Lubuklinggau. Abia Fildzah Amryna, siswi kelas VI SD Negeri 21 Kota Lubuklinggau, berhasil menembus penerbit nasional melalui naskah karyanya yang berjudul Aku Ingin ke Jepang.


Kabar menggembirakan ini sejatinya telah diterima sejak tahun 2024, namun belum terekspose media. Hal tersebut tertuang dalam surat resmi dari Muffin Graphics, penerbit yang beralamat di Bandung, Jawa Barat. Dalam surat bernomor 394/Muffin Graphics/Sekre/XI/2024 tertanggal 27 November 2024, pihak penerbit menyampaikan pengiriman berkas Surat Akad Jual Beli Naskah (SAN) untuk ditandatangani oleh pihak keluarga.


Naskah karya Abia dinilai layak terbit dan akan diproses menjadi buku, sebuah capaian luar biasa bagi seorang pelajar sekolah dasar. Dalam surat tersebut, pihak Muffin Graphics juga meminta agar berkas yang telah ditandatangani segera dikirim kembali sebagai kelengkapan administrasi penerbitan.


Abia Fildzah Amryna lahir di Lubuklinggau pada 6 Februari 2014. Putri dari pasangan Ulil Amry dan Sari Rama Donna ini dikenal sebagai anak yang kreatif, produktif, dan penuh ide. Selain gemar menggambar dan membaca komik, Abia juga telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya Juara I Lomba Mural tingkat SMPIT Mutiara Cendekia pada 2023, Juara Harapan I Lomba Menggambar Festival Ramadhan 1444 H/2023, serta Juara I Lomba Menggambar bertema lingkungan hidup yang digelar di Hotel Smart Lubuklinggau pada 2024.


Tak hanya itu, Abia juga pernah menciptakan karikatur “Botak Peci”, sebuah karya ilustrasi yang mendapat apresiasi langsung dari tokoh daerah, yakni H Rachmat Hidayat dan H Rustam Effendi, yang kini telah resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau terpilih.


Kepala SD Negeri 21 Kota Lubuklinggau, Charles, S.Pd., mengaku sangat bangga atas pencapaian yang diraih siswinya tersebut.


“Prestasi Abia ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah kami. Ini membuktikan bahwa anak-anak Lubuklinggau memiliki potensi luar biasa di bidang literasi dan seni. Kami akan terus mendukung serta memfasilitasi minat dan bakat siswa agar terus berkembang,” ujarnya.


Ia berharap keberhasilan Abia dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan minat dan bakat sejak dini, serta tidak takut bermimpi besar.

Keberhasilan Abia menembus penerbit nasional, ditambah konsistensinya berkarya di bidang literasi dan ilustrasi, menjadi bukti bahwa potensi anak-anak daerah sangat besar jika diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan.


Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lubuklinggau untuk terus berkarya, berani bermimpi, dan membangun masa depan melalui kreativitas sejak usia dini. (Hazam)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama