Ibu-Ibu di Pagar Alam Terpaksa Keliling Kampung Cari Gas 3 Kg, LBH PETA Desak Pemerintah Lakukan Sidak


PAGAR ALAM, SUMATERA SELATAN – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan “gas melon” di Kota Pagar Alam semakin mengkhawatirkan. Dalam beberapa pekan terakhir, stok gas bersubsidi tersebut sulit ditemukan di tingkat pengecer hingga pangkalan, sehingga memicu keluhan dari masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.


Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu kampung ke kampung lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas. Namun upaya tersebut sering kali berakhir sia-sia karena stok sudah habis terlebih dahulu.


Ibu Rumah Tangga Kebingungan Cari Gas

Kesulitan ini dirasakan langsung oleh Warianti, salah satu warga Pagar Alam. Ia mengaku sejak pagi harus mencari gas ke beberapa toko pengecer, namun semuanya memasang status kosong.


“Tadi pagi saya sampai bingung harus cari ke mana lagi. Di sekitar rumah kosong semua, terpaksa cari sampai jauh ke luar kampung,” keluh Warianti, Minggu (08/03/2026).


Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena gas 3 kilogram kini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat.


“Kalau begini terus, kami masak pakai apa? Kayu bakar sudah sulit dicari di lingkungan kota, kompor minyak pun sudah tidak punya. Satu-satunya harapan cuma gas melon itu,” tambahnya.


Hal senada juga disampaikan Semi, warga lainnya. Ia mengaku sudah berkeliling hingga ke area Pasar Besar Pagar Alam untuk mencari gas, namun tetap pulang dengan tangan kosong.


“Sudah keliling sampai pasar, tapi tetap tidak dapat. Kami berharap distribusi gas segera kembali normal,” ujarnya.


LBH PETA Soroti Kondisi di Lapangan

Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan, Hazam, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, menurutnya pasokan gas sebenarnya masih masuk ke pangkalan, namun langsung habis dalam waktu singkat karena tingginya permintaan masyarakat.


“Gas memang datang ke pangkalan, tetapi habis dalam sekejap karena warga sudah mengantre sejak lama. Ini menunjukkan kondisi distribusi tidak berjalan normal seperti biasanya,” ujar Bahtum.


Desak Pemerintah Lakukan Sidak

Bahtum juga mendesak Pemerintah Kota Pagar Alam melalui dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengetahui penyebab kelangkaan tersebut.


Ia menilai pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi yang membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.


“Kami meminta dinas terkait di Kota Pagar Alam segera melakukan sidak. Harus ada tindakan tegas dan solusi cepat. Jangan biarkan masyarakat terus menjerit hanya karena kesulitan mendapatkan gas untuk memasak,” tegasnya.


Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar distribusi LPG 3 kilogram kembali normal dan tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat. ( Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama