TANJUNG ENIM, 10 September 2026 – Rumah BUMN Bukit Asam terus mendorong peningkatan kreativitas dan keterampilan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan produktif. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik berbentuk kue dengan mengusung tema “Boost Your Creativity!”.
Kegiatan yang digelar di Rumah BUMN Bukit Asam tersebut diikuti sebanyak 20 peserta terpilih. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar pembuatan lilin aromatik, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan produk kerajinan yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi.
Para peserta terlibat langsung dalam sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan lilin, pemilihan warna dan desain, hingga pemberian aroma. Konsep lilin berbentuk kue dipilih untuk menghasilkan produk yang menarik secara visual, dekoratif, sekaligus memiliki nilai fungsional.
Micro & Small Enterprise Funding Section Head PT Bukit Asam, Weny Yuliastuti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya PTBA dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan produktif.
“Melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik ini, kami berharap peserta tidak berhenti pada keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, tetapi dapat terus mengeksplorasi ide dan mengembangkan karya yang telah dibuat. Dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Weny.
Menurutnya, inovasi merupakan salah satu modal penting dalam menciptakan produk yang memiliki daya tarik sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar. Karena itu, peserta juga didorong untuk memperhatikan aspek desain, kemasan, inovasi produk hingga strategi pemasaran.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan dan mengeksplorasi berbagai ide dengan memanfaatkan bahan serta teknik sederhana.
Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan menilai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti yang dilakukan Rumah BUMN Bukit Asam memiliki nilai positif karena dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Menurutnya, pelatihan keterampilan sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu diikuti dengan pendampingan berkelanjutan agar produk yang dihasilkan masyarakat dapat berkembang dan memiliki akses pasar.
“Pelatihan seperti ini tentu sangat positif. Masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk menghasilkan produk yang kreatif. Yang terpenting, setelah pelatihan ada tindak lanjut berupa pendampingan, pengembangan kemasan, pemasaran dan akses terhadap pasar agar keterampilan tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Rumah BUMN Bukit Asam dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai keterampilan dan usaha kreatif, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang ingin memulai usaha.
Sementara itu, Weny menambahkan bahwa melalui Rumah BUMN Bukit Asam, PTBA terus berupaya menyediakan ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat, terutama dalam bidang kreativitas dan keterampilan produktif.
“Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta terhadap pengembangan produk bernilai tambah yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui variasi desain, inovasi produk, maupun strategi pemasaran,” tutupnya. ( Red*)


Posting Komentar