Pondok Pesantren A RAHMAN Adakan Pelantikan Pengurus Rabithah Masjid Islam NU Sum Sel 2025-2030


Palembang ,Sum Sel  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan resmi melantik jajaran pengurus baru Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan,Pelantikan ini mengusung tema besar “RMI dan Pesantren sebagai Pilar Peradaban, Merawat Tradisi, Meneguhkan Moderasi,yang menegaskan komitmen NU dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter umat, dilaksanakan di pondok pesantren ar Rahman Palembang.


“Pelantikan pengurus RMI NU Sumsel ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan pesantren di bawah naungan NU, sekaligus mempertegas peran RMI sebagai lembaga yang mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan pesantren di wilayah Sumatera Selatan,senin (26/01/2026).


“yang diwawancarai oleh awak media Ketua RMI NU Sumsel yang baru dilantik, KH. Muhsan, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia mengapresiasi dukungan para pendahulu dan menyatakan kesiapan RMI untuk bergerak lebih maju dengan sinergi yang kuat bersama PWNU.


“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perjalanan RMI hari ini tidak terlepas dari jasa dan bimbingan ketua RMI terdahulu. Beliau terus memberikan support agar RMI semakin maju. Dengan pendampingan PWNU, kami optimis dapat melaksanakan program-program yang lebih baik ke depan,Ia menambahkan bahwa pengurus RMI NU Sumsel berkomitmen untuk menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalitas, serta menjalankan program kerja secara istiqamah demi kemajuan pesantren dan kesejahteraan umat.


“Dengan bimbingan PWNU, kami akan terus semangat dan insya Allah kompak, istiqamah dalam menjalankan banyak program. Mudah-mudahan seluruh masyarakat berkenan untuk bersinergi demi menghadirkan program terbaik bagi pesantren dan NU.


“juga menekankan bahwa pesantren harus terus diperkuat sebagai benteng akidah, pusat pengkaderan ulama, serta pilar penting dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.


“NU dan RMI harus berjalan beriringan. Kita sama-sama berjuang untuk umat, membesarkan pesantren, dan menguatkan peran NU di Sumatera Selatan. Semoga NU semakin berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


,,Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasik lintas sektor, termasuk kerja sama RMI dengan berbagai pihak strategis, salah satunya dengan sektor perbankan syariah, dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.


“Hari ini kita buktikan bahwa RMI bisa bersinergi dengan BSI. Ini penting untuk terus dijaga, dengan koordinasi yang baik dan komitmen memberikan yang terbaik bagi NU di Sumatera Selatan,pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, penguatan moderasi beragama, serta penggerak sosial yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


“ kelembagaan, digitalisasi administrasi pesantren, hingga pengembangan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Selain itu, RMI juga berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat guna mendukung keberlanjutan pesantren. ( Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama