Lubuklinggau — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Misro Arafah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-18 Kota Lubuklinggau yang resmi ditutup pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, enam santri Misro Arafah berhasil meraih juara pertama pada dua cabang lomba, yakni Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an. Raihan ini sekaligus mengantarkan mereka untuk mewakili daerah pada MTQ tingkat Sumatera Selatan.
Para santri berprestasi tersebut adalah Fadil, Agung, dan Alen yang tampil gemilang pada cabang Fahmil Qur’an. Sementara itu, Tanzi, Novra, dan Dony sukses mengukir prestasi pada cabang Syarhil Qur’an.
Keenam santri tersebut merupakan perwakilan dari Kecamatan Lubuklinggau Utara I, dengan dukungan penuh dari pihak kecamatan dan seluruh official yang turut berperan dalam memfasilitasi persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Pimpinan Pondok Pesantren Misro Arafah, Aidil Fitrisyah Musa, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian anak didiknya. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta komitmen dalam mempersiapkan diri menghadapi setiap perlombaan.
“Ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi tentang proses panjang yang dilalui para santri dengan penuh kesungguhan. Kami berharap mereka dapat terus melangkah hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Buya Aidil, yang juga dikenal sebagai penceramah di Kota Lubuklinggau, menegaskan bahwa prinsip utama yang selalu ditanamkan kepada para santri adalah pentingnya persiapan matang sebelum tampil.
“Naik panggung tanpa persiapan, maka akan turun tanpa penghormatan,” menjadi motivasi yang terus menggelorakan semangat para santri dalam setiap ajang yang diikuti.
Diketahui, pada peringatan Hari Santri Nasional 2025, Pesantren Misro Arafah juga berhasil meraih predikat juara umum antar pondok pesantren se-Kota Lubuklinggau. Capaian ini semakin memperkuat eksistensi pesantren yang tergolong baru, dengan usia sekitar enam tahun, namun mampu menunjukkan kualitas dan daya saing yang tinggi.
Keberhasilan di MTQ ke-18 ini menjadi bukti bahwa Misro Arafah tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga kualitas, serta siap menjadi bagian dari kekuatan baru dalam mencetak generasi Qur’ani berprestasi di tingkat nasional. ( Red)


Posting Komentar