Sosok Alesha, Siswi SD di Payakumbuh Juara Lomba Bertutur: Lahir dari Orang Tua Abdi Negara dan Cucu Pelaku Seni Kuntau


PAYAKUMBUH  Sumatra Barat Tinta Peta. Id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sukses menggelar ajang "Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Payakumbuh" pada 5-6 Mei 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan literasi sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal.


Dengan tema "Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Literasi Anak Serta Kecintaan Terhadap Karya Budaya Bangsa Melalui Berbagai Bacaan", kompetisi ini diikuti oleh puluhan peserta berbakat dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Penampilan Memukau Alesha Queenaradila

​Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah aksi dari Alesha Queenaradila dari SDS IT IPHI Kota Payakumbuh. Saat membawakan cerita rakyat dengan alat peraga tongkat sakti bernama "Manasungsang", Alesha menunjukkan kemampuan olah vokal, ekspresi, dan gerak tubuh yang sangat dinamis.

Penampilannya menghidupkan suasana cerita "Istana Tarusan Cermin", membuat penonton terkesima. "Dia hanya tunduk kepada tangan yang tidak dipenuhi amarah. Namun jika hatimu keruh, dia akan berat seperti batu," ucap Alesha dengan penuh penjiwaan saat memerankan tokoh dalam cerita tersebut.

Dukungan Keluarga dan Warisan Darah Seni

​Keberhasilan Alesha tidak lepas dari dukungan penuh kedua orang tuanya yang hadir mendampingi. Saat diwawancarai, orang tua Alesha menyampaikan rasa syukur yang mendalam. "Alhamdulillah atas pencapaian anak kami," ungkap sang ayah, seorang abdi negara TNI asal Lahat, Sumatera Selatan, yang kini bertugas di Payakumbuh.

Didampingi sang ibu, Dwi Nurliani, yang juga merupakan abdi negara dan bertugas di wilayah Payakumbuh, mereka menjelaskan bahwa bakat Alesha mengalir dari silsilah keluarga. Ibu Alesha yang berasal dari Pagar Alam, Sumatera Selatan, menambahkan bahwa nenek puyang mereka merupakan pelaku seni Kuntau Macan asal Besemah, Pagar Alam. Dari sanalah diyakini darah seni budaya, termasuk kegemaran pada seni tutur seperti aksara tutur dan Guritan, mengalir kuat dalam diri Alesha.

Berhasil Meraih Juara III

​Berkat kepiawaiannya dalam bertutur dan penguasaan panggung yang luar biasa, dewan juri menetapkan Alesha Queenaradila sebagai peraih Juara III. Atas prestasi tersebut, ia berhak membawa pulang trofi serta uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000.

Momen kebahagiaan Alesha terekam saat sesi foto bersama, di mana ia didampingi oleh kedua orang tua, para pembimbing, dan panitia penyelenggara sambil memegang papan penghargaan sebagai bukti dedikasinya dalam dunia literasi.


​Membangun Generasi BerAKHLAK

​Penyelenggaraan lomba ini selaras dengan semangat BerAKHLAK yang diusung oleh instansi pemerintahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi mampu memahami makna di balik bacaan dan berani mengekspresikannya di depan publik.


​"Masyaallah, teruslah berproses, nak. Semua peserta yang tampil adalah yang terbaik," ungkap salah satu pendamping, memberikan dukungan moral bagi Alesha dan seluruh talenta muda yang telah berpartisipasi.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh berharap pencapaian siswi dari SDS IT IPHI ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya di Kota Payakumbuh untuk terus mencintai budaya membaca dan melestarikan kekayaan cerita rakyat Indonesia.


Rilis Editor : Bk Red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama