LUBUKLINGGAU – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau kembali menjadi sorotan publik. Seorang pelanggan di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, mengaku mengalami kejadian mengejutkan saat menemukan anak-anak ular keluar dari saluran pipa air yang terhubung ke rumahnya. 21/6/2026.
Peristiwa tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi pelanggan bernama Asna. Akibat kejadian itu, ia memutuskan menghentikan penggunaan layanan PDAM dan beralih menggunakan sumur sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan keluarganya.
Keluhan tersebut mendapat perhatian dari calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031, Feri Isrop, SH., CPLA. Pada Minggu (21/6/2026), Feri turun langsung menemui warga untuk mendengarkan keluhan serta menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih.
Dalam dialog tersebut, Asna mengungkapkan bahwa persoalan yang dialaminya tidak hanya terkait munculnya anak ular dari saluran air, tetapi juga kualitas air yang dinilai buruk serta distribusi yang sering terganggu.
"Semenjak kejadian munculnya anak-anak ular yang keluar dari pipa sambungan rumah saya, saya sangat terkejut dan shock. Tidak hanya itu, kualitas air juga buruk, keruh, berkarat, dan tidak layak untuk dikonsumsi. Mirisnya lagi, air sering tidak mengalir padahal kami sangat membutuhkannya. Sementara pembayaran per bulan biasanya sekitar Rp200 ribu," ungkap Asna.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga membuat keluarganya kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan perusahaan daerah yang seharusnya menjadi penyedia kebutuhan dasar masyarakat.
Asna mengaku sebelumnya telah mengajukan pemutusan sambungan pelanggan kepada pihak PDAM Tirta Bukit Sulap. Keputusan tersebut diambil setelah berbagai keluhan yang disampaikan tidak kunjung membuahkan perubahan.
"Sekarang kami sudah memutuskan aliran PDAM dan beralih menggunakan sumur," tegasnya.
Keluhan yang disampaikan warga tersebut menjadi gambaran masih adanya persoalan pelayanan air bersih yang perlu mendapatkan perhatian serius. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Feri Isrop menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani menyampaikan keluhan secara terbuka. Menurutnya, setiap masukan dari pelanggan harus menjadi bahan evaluasi demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dialog dan masukan yang telah disampaikan. Semoga persoalan seperti ini ke depan dapat teratasi. Apa yang telah ibu sampaikan mengenai keluhannya di era menuju perubahan akan menjadi prioritas utama dan menjadi catatan penting," ujar Feri.
Feri menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi melalui kualitas air yang baik, distribusi yang lancar, serta jaminan keamanan bagi seluruh pelanggan.
Kunjungan langsung ke rumah warga tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mendengar suara pelanggan yang selama ini merasakan dampak langsung dari berbagai persoalan pelayanan. Langkah turun ke lapangan dan berdialog secara langsung juga dianggap sebagai pendekatan yang lebih efektif untuk memahami kebutuhan masyarakat.
Persoalan yang disampaikan warga Sidorejo diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak terkait agar kualitas pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap terus mengalami perbaikan. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih hanya dapat dibangun melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan pelanggan.
Di tengah harapan perubahan yang berkembang di masyarakat, suara pelanggan seperti Asna menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik bukan sekadar janji, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan perbaikan yang berkelanjutan. ( Red)

Posting Komentar