Tradisi Adat SEMAKU Akan Warnai Prosesi Pernikahan di Semidang Alas Maras


Seluma, Bengkulu –
Tradisi adat SEMAKU (Seluma, Manna, Kaur) kembali dilestarikan dalam sebuah prosesi pernikahan yang akan digelar pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Desa Gunung Bantan, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Pada acara tersebut, seorang warga yang akrab disapa Jahok akan menikahkan putranya yang berinisial ZN dengan gadis pujaannya dari Desa Gunung Bantan. Dalam rangkaian acara, keluarga mempelai akan mengangkat dan melaksanakan Adat SEMAKU, sebuah tradisi turun-temurun yang hingga kini tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat Seluma, Manna, dan Kaur.


Adat SEMAKU merupakan bagian penting dalam prosesi pernikahan maupun acara adat lainnya, seperti marsanjih. Masyarakat setempat meyakini bahwa adat warisan leluhur tersebut tidak dapat ditinggalkan karena memiliki nilai budaya dan kekerabatan yang kuat.


Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tahapan atau sebutan adat yang dikenal dengan istilah Koloh, di antaranya:


  1. Koloh Tambah Anak
  2. Koloh Semendoh
  3. Semendoh Mara Dexo


Rangkaian tersebut kerap digunakan dalam pelaksanaan pesta adat oleh masyarakat Semidang Alas Maras dan wilayah SEMAKU lainnya.


Menjelang pelaksanaan adat, seorang gadis bernama Sari, yang merupakan keponakan calon pengantin, turut mengangkat Utaran Shikapur Seri sebagai salah satu simbol dalam rangkaian adat. Sementara itu, para pemuda desa seperti Mahdi Suparto, Eki Purwanto, Radan, dan Lad terlihat sibuk mempersiapkan serta menghias lemang yang akan digunakan dalam kegiatan adat tersebut.


Berdasarkan hasil wawancara awak media dengan Pemerintah Desa Maras Tengah, kepala desa membenarkan bahwa Adat SEMAKU akan digunakan dalam prosesi pernikahan keluarga mempelai pada Sabtu (20/6/2026). Pelaksanaan adat tersebut juga mendapat persetujuan dari Ketua Kadun 3, Istan.


Pihak keluarga dan tokoh masyarakat berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menjadi upaya nyata dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat SEMAKU di Provinsi Bengkulu.

(Hen Maras)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama