Ires Ajak Masyarakat Tigo Sungai Buktikan Pilwana Bersih: Berpolitik Tanpa Uang, Tapi Menang


PESISIR SELATAN
— Menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Nagari Tigo Sungai, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, semangat untuk menghadirkan proses demokrasi yang bersih dan bermartabat mulai digaungkan di tengah masyarakat. 27/9/2026.


Salah satunya disampaikan Ires, yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Wali Nagari Tigo Sungai periode 2026–2034. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya politik yang mengedepankan integritas, kemampuan dan kepedulian sosial, bukan semata-mata karena materi.


“Dengan semangat, mari kita membuktikan bahwa integritas dan jiwa sosial yang tinggi mampu mengantarkan seseorang. Berpolitik tanpa uang tapi menang,” ujar Ires.


Menurut Ires, pola pikir masyarakat Nagari Tigo Sungai saat ini semakin berkembang. Ia meyakini masyarakat semakin mampu melihat dan menilai calon pemimpin berdasarkan kompetensi, kejujuran serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat.


Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menjadikan pemberian materi sebagai dasar dalam menentukan pilihan pada Pilwana. Menurutnya, pemimpin nagari seharusnya lahir dari proses demokrasi yang sehat dan berdasarkan kepercayaan masyarakat.


Perkuat Aturan dan Pengawasan Pilwana

Ires turut mendorong panitia pemilihan dan perangkat nagari untuk memperkuat tata tertib selama tahapan Pilwana, khususnya terkait kampanye dan hal-hal yang berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat melalui pemberian materi.


“Panitia pemilihan dan perangkat nagari perlu mempertegas tata tertib kampanye yang melarang pemberian materi yang bertentangan dengan norma-norma etika dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.


Ia berharap Pilwana Nagari Tigo Sungai dapat menjadi cerminan demokrasi di tingkat masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kedewasaan politik warga.


“Pemilihan kepala nagari yang bersih dari politik uang memerlukan peran aktif masyarakat cerdas yang menolak pemberian materi dan memilih berdasarkan kapasitas calon,” tegasnya.


Mohon Kepercayaan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Ires secara khusus menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat Nagari Tigo Sungai, mulai dari pak, uda, abang, mamak, etek, nen, kakak hingga kawan-kawan, agar memberikan dirinya kesempatan untuk mengabdi sebagai Wali Nagari Tigo Sungai periode 2026–2034.


“Dengan penuh harapan, saya meminta kepada pak, etek, nen, mamak, uda, abang, kakak dan kawan-kawan untuk memberikan saya kesempatan menjadi Wali Nagari Tigo Sungai periode 2026–2034,” ungkapnya.


Ires mengatakan bahwa apabila masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya, kepercayaan tersebut akan dipandang sebagai amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan untuk kepentingan Nagari Tigo Sungai.


“Kepercayaan pak, etek, nen, mamak, uda, abang, kakak dan kawan-kawan adalah tugas yang akan saya laksanakan,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa usia muda bukan menjadi penghalang untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Justru, menurutnya, semangat muda menjadi motivasi untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan nagari.


“Dengan Ires masih mudo, saya sangat ingin sekali mengabdi untuk Nagari Tigo Sungai. Mohon maaf kalau ado kato tadorong dan salah,” pungkas Ires.


DPD LBH PETA: Demokrasi Nagari Harus Dijaga Bersama

Sementara itu, Ketua DPD LBH PETA, Hazam, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilwana merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat nagari. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga agar tahapan pemilihan berjalan secara tertib, jujur dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Menurut Hazam, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan Pilwana yang berkualitas. Pilihan masyarakat hendaknya diberikan berdasarkan pertimbangan terhadap kapasitas, integritas dan komitmen calon untuk mengabdi kepada nagari.


“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak menjaga suasana demokrasi agar tetap sehat. Masyarakat memiliki hak untuk menentukan pilihannya secara bebas, sementara para calon harus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menilai visi, kemampuan dan komitmen masing-masing,” ujar Hazam.


DPD LBH PETA juga mengajak seluruh elemen masyarakat Nagari Tigo Sungai untuk bersama-sama menjaga persatuan selama proses Pilwana berlangsung.


“Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat menjadi renggang. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah masyarakat, harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga Nagari Tigo Sungai,” pungkas Hazam. ( Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama