MURATARA — Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus diperkuat melalui sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Muratara bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Tim Penyuluh Karhutla dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).31/8/2026.
Tim penyuluh yang berasal dari berbagai matra tersebut hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi, pencegahan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Muratara.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Pemkab Muratara Zazili, S.Sos., Asisten III Administrasi dan Umum Zulnova Aryanto, S.Pd., M.Pd., Kepala BPBD Muratara Hasbi Asidqi, SE., MM., Kepala Badan Kesbangpol Muratara Dr. Ir. H. Alfirmansyah, ST., M.Si., Kasat Pol PP Muratara Sumedi, SH., M.Si., serta Kepala Dinas Sosial Muratara Zulyan Putra Franta, S.IP., M.Si.
Sementara itu, Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI dipimpin Kolonel (L) Tantawi Jauhari selaku ketua tim. Turut tergabung Kolonel (Mar) Maslan, Kolonel Inf Selamat Riyadi, Kolonel Tek Tentyo Juli, Kolonel Kal Sutrisno, Letkol (L) Restu Hidayat, Wadanden Komlek Rem 044/Gapo Mayor Cke Alfian, serta Kasdim 0406/Lubuklinggau Mayor Czi Efi Sugiarto.
Kehadiran tim lintas matra tersebut menunjukkan bahwa persoalan Karhutla membutuhkan penanganan bersama, tidak hanya mengandalkan satu institusi. Pencegahan harus dilakukan melalui koordinasi, edukasi kepada masyarakat, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapan personel apabila terjadi kebakaran.
Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan menilai sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, BPBD, Satpol PP, dan instansi terkait merupakan langkah positif dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga transportasi apabila asap menyebar luas.
"Sinergitas ini harus benar-benar diwujudkan di lapangan. Jangan hanya sebatas kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana hasil penyuluhan dan koordinasi ini diterapkan sampai ke tingkat desa dan masyarakat," tegas Ketua DPD LBH PETA Sumsel.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan langkah pencegahan sekaligus penindakan terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
"Kalau ditemukan adanya pembakaran yang disengaja, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pencegahan penting, tetapi penegakan hukum juga harus tegas agar menimbulkan efek jera," ujarnya.
DPD LBH PETA Sumatera Selatan juga berharap sinergitas Pemkab Muratara dan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dapat menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi potensi meningkatnya titik api pada musim kemarau.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat, tetapi juga kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga lingkungan.
"Semoga seluruh pihak yang terlibat diberikan kekuatan, keselamatan, rahmat, berkah, rida dan perlindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan," pungkasnya. ( Red)


Posting Komentar