Ketua DPD LBH PETA Sumsel Dorong Penambahan Mobil Tangki Air Bersih, Ajak Pihak Ketiga Bantu Warga Lubuklinggau



Kabarkite.com, LUBUKLINGGAU
– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Bantuan Hukum Pembela Tanah Air (DPD LBH PETA) Sumatra Selatan, Hazam, mendorong adanya langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Kota Lubuklinggau akibat musim kemarau berkepanjangan. 23/10/2026.


Menurut Hazam, persoalan ketersediaan air bersih merupakan masalah serius yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, diperlukan perhatian bersama dari pemerintah daerah, PDAM Tirta Bukit Sulap, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat untuk mencari solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.


Keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh pasokan air bersih, termasuk pelanggan yang telah lama terhubung dengan jaringan instalasi air minum, menjadi perhatian yang perlu segera ditindaklanjuti. Kondisi tersebut semakin menantang ketika sejumlah sumber air baku dilaporkan mengalami penyusutan, sementara beberapa instalasi pengambilan air belum beroperasi secara optimal.


Hazam: Air Bersih Merupakan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Hazam menilai keterbatasan armada distribusi air bersih juga perlu menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam aspirasi masyarakat, PDAM Tirta Bukit Sulap disebut hanya memiliki satu unit mobil tangki air untuk melayani kebutuhan warga di delapan kecamatan dan 72 kelurahan di Kota Lubuklinggau.


“Persoalan air bersih tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat setiap hari. Kami mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar bersama-sama mencari solusi nyata, termasuk mempertimbangkan penambahan satu unit mobil tangki air bersih untuk membantu warga yang terdampak,” ujar Hazam.


Ia menegaskan, langkah tersebut bukan bertujuan menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik.


Ajak Perusahaan Salurkan Bantuan Melalui Program CSR

Sebagai salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan, Ketua DPD LBH PETA Sumsel mengajak perusahaan, pelaku usaha, lembaga sosial, dan pihak ketiga lainnya untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun bentuk bantuan sosial yang sah dan sesuai ketentuan.


Menurut Hazam, bantuan berupa satu unit mobil tangki air bersih akan sangat bermanfaat apabila dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau dan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk mendukung operasional PDAM Tirta Bukit Sulap.


“Kami mengajak pihak ketiga yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat agar ikut berkontribusi. Apabila ada perusahaan yang bersedia membantu melalui program CSR, bantuan satu unit mobil tangki air bersih dapat menjadi wujud nyata kepedulian terhadap warga Lubuklinggau,” ungkapnya.


Ia juga berharap mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.


Dorong Sinergi Pemerintah, PDAM, dan Elemen Masyarakat

Dalam menyampaikan aspirasi tersebut, Hazam menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PDAM Tirta Bukit Sulap, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, lembaga kontrol sosial, dan awak media.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penambahan armada tangki air, tetapi juga mendorong pemulihan sumber air baku, optimalisasi instalasi pengambilan air, serta penyusunan jadwal distribusi air tangki yang adil dan terkoordinasi.


DPD LBH PETA Sumatra Selatan juga mendorong agar aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.


Menurut Hazam, pengawasan sosial dan penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian dari upaya mendorong pelayanan publik yang responsif, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih tanpa adanya langkah penanganan yang memadai. Mari kita bangun kolaborasi dan hadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Hazam.


Ia menambahkan, satu unit mobil tangki air bersih mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya dapat membantu banyak keluarga, terutama warga yang berada di wilayah dengan gangguan pasokan air.


“Semangat kami adalah mendorong solusi, bukan mencari kesalahan. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat Kota Lubuklinggau dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” tutupnya. (Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama