LUBUK LINGGAU – menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas dalam Bidang Pertanahan di Aula Tathya Dharaka Mapolres Lubuk Linggau, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi personel dalam menangani persoalan pertanahan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Kantor , , sebagai narasumber utama. Kehadiran pihak ATR/BPN menegaskan sinergitas antara kepolisian dan lembaga pertanahan dalam menjaga stabilitas agraria di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Lubuk Linggau AKP , KBO Sat Binmas Ipda , serta Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu . Kegiatan juga diikuti para Kanit Binmas jajaran Polsek, personel Bhabinkamtibmas, anggota Sat Binmas, hingga pegawai ATR/BPN Kota Lubuk Linggau.
Dalam arahannya, AKP Nyoman Sutrisno menyampaikan bahwa persoalan pertanahan merupakan isu sensitif yang berkaitan langsung dengan dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di lapangan dituntut memiliki pemahaman yang baik terkait regulasi dan penyelesaian konflik agraria.
“Bhabinkamtibmas sering menjadi pihak pertama yang menerima laporan masyarakat terkait konflik batas tanah maupun legalitas lahan. Melalui pelatihan ini diharapkan personel mampu memberikan edukasi yang benar serta melakukan deteksi dini agar konflik tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Sementara itu, Yohanes Rustanto memaparkan materi mengenai prosedur pendaftaran tanah, sertifikasi, hingga pemetaan potensi sengketa agraria. Ia mengapresiasi langkah progresif Polres Lubuk Linggau dalam meningkatkan kapasitas personelnya agar selaras dengan regulasi pertanahan terbaru.
“Sinergitas ini sangat positif. Dengan pemahaman yang sama antara BPN dan kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, program strategis nasional seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dapat berjalan lebih lancar dan aman di tingkat masyarakat,” katanya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai studi kasus yang kerap ditemui di lapangan. Pendekatan humanis dan solutif menjadi penekanan utama dalam penanganan konflik pertanahan agar masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom.
Melalui kegiatan ini, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan kapasitas personel demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan berkeadilan di Bumi Sebiduk Semare.( Red)


Posting Komentar