OKU - sekolah merupakan tempat para anak didik belajar untuk bekal masa depan yang lebih baik.Dan banyaknya jumlah siswa juga mempengaruhi besaran nilai anggaran dana bos yang dikucurkan seharusnya pemerintah untuk mengawasi ke sekolah.
Akan tetapi ada sebagian oknum kepala sekolah yang menjadi ajang kesempatan (aji mumpung) untuk mencari keuntungan besar dari anggaran dana bos sekolah dengan memanipulasi data atau anggaran.
Seperti yang terjadi di SDN 26 oku. Anggaran yang dilaporkan sangatlah tidak sesuai dengan fakta di lingkungan sekolah. Dilihat awak media saat mampir kesekolah SDN 26 tidak terlihat adanya bangunan yang di rehab atau pengecatan dilingkungan sekolah, Sedangkan laporan anggarannya sangatlah besar .
Berikut rincian anggaran fiktip dan mark up yang dilaporkan oleh kepala sekolah SDN 26 oku pada tahun 2025.
(04-02-2025) Buku tulis Rp.....
(04-02-2025) pasir,semen,batu split. Rp.......
(04-02-2025) air mineral gelas Rp.......
(06-02-2025) alat olahraga (raket bulutangkis, Bola kaki,bola basket,dan bola futsal) Rp......
(11-02-2025) upah tukang/ongkos tenaga Rp.....
(03-03-2025) pembelian buku total Rp......
(03-06-2025) upah tukang/ongkos tenaga Rp....
(15-10-2025) pembelian cat Rp......
(15-10-2025) seng/galvalum Rp.......
(15-10-2025) Kursi rapat Rp.......
(15-10-2025) kursi putar Rp.......
(15-10-2025) pembelian buku Rp......
(15-10-2025) buku tulis Rp......
(15-10-2025) bola kaki, bola volly Rp......
(05-12-2025) upah tukang/ongkos tenaga Rp.....
(05-12-2025) pembelian air mineral gelas Rp.....
Pembelian nasi kotak rapat total 1 tahun Rp.....
Pembelian snack kotak total 1 tahun Rp......
Melihat dari item diatas diduga ada realisasi fiktif dan manipulasi data dan anggaran yang dilaporkan oleh kepala sekolah SDN 26 oku.
Seperti pada pembelian bahan bangunan. Namun di lingkungan SDN 26 ini tidak ada terdapat pembangunan maupun rehab.
Dan juga di dinding sekolah tidak terlihat adanya pengecatan baru, padahal kepala sekolah menganggarkan pembelian cat pada tahun 2025, awak media menduga anggaran ini juga difiktipkan.
Selain dari anggaran untuk bahan bangunan dan pengecatan. Kepala sekolah terlalu banyak menganggarkan untuk makan minum seperti nasi kotak, snack kotak, dan air mineral gelas. Yang mana anggaran tersebut lumayan fantasis dengan banyak dan nominal yang sama setiap kali penganggaran. Hal ini diduga merupakan manipulasi atau penggelembungan yang dilaporkan kepala sekolah SDN 26 oku.
Saat awak media memberikan konfirmasi secara tertulis kepada kepala sekolah sd n 26 oku. Namun hingga saat ini tidak ada respon atau jawaban dari (zulkifli) kepala sekolah SDN 26.
Sehingga apa yang menjadi pertanyaan dan dugaan awak media tak mampu dijawab oleh kepala sekolah.
Terkait apa yang kami temukan disekolah dugaan adanya anggaran fiktip serta mark up di SDN 26 oku.Tidak menutup kemungkinan hal ini berkembang dan menjadi sorotan. Kami juga meminta kepada pengawas, BPK, BPKP, juga para penegak hukum yang berwenang untuk bisa menindaklanjuti pemberitaan ini .
(Jimmy)

Posting Komentar