MUba – Ledakan keras disusul kebakaran hebat mengguncang kawasan lahan eks PT Pakri pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebuah sumur minyak yang diduga milik seseorang berinisial M dilaporkan terbakar hebat hingga menghanguskan sekitar satu hektare lahan di sekitar lokasi.
Kobaran api yang membumbung tinggi disertai kepulan asap hitam pekat terlihat dari jarak jauh. Warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi mengaku sempat panik karena khawatir api merambat ke area lain dan memicu kebakaran yang lebih besar.
Peristiwa ini kembali membuka luka lama di wilayah barang hari leko kabupaten musi banyuasin,sekaligus mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas sumur minyak di wilayah tersebut.
Pasalnya, insiden kebakaran dan ledakan sumur minyak bukan kali pertama terjadi, namun seolah terus berulang tanpa solusi yang benar-benar mampu memutus mata rantai persoalan.
Pertanyaan publik kini mengarah kepada siapa pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. Jika benar sumur itu dikelola secara ilegal atau tidak memenuhi standar keselamatan operasional, maka kejadian ini bukan sekadar musibah, melainkan peringatan keras tentang potensi bencana yang selama ini mengintai.
Selain kerugian lingkungan akibat hangusnya lahan sekitar satu hektare, ledakan sumur minyak juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dapat menjadi faktor yang menyebabkan aktivitas berisiko tinggi terus berlangsung.
Aparat penegak hukum bersama instansi terkait didesak segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, mulai dari status legalitas sumur, pihak pengelola, hingga penyebab pasti ledakan.
Penyelidikan yang transparan dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat sekaligus memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap hukum.
Publik juga menunggu langkah tegas pemerintah dan aparat berwenang. Sebab, setiap kali kebakaran sumur minyak terjadi, kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan warga menjadi harga mahal yang harus dibayar.Tanpa tindakan konkret, bukan tidak mungkin insiden serupa akan kembali terulang dengan dampak yang lebih besar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran maupun identitas pasti pengelola sumur tersebut. Aparat masih diharapkan segera memberikan penjelasan kepada publik berdasarkan hasil verifikasi dan penyelidikan di lapangan.(JM)

Posting Komentar